Tuesday, February 9, 2010

Poin GFF di kantor Garuda

Iya, Alma tidak berkaitan langsung dalam hal mengurus GFF di kantor Garuda.

Namun, karena Alma-lah maka GFF pun di-urus ;)

Insya Allah, Alma akan ikut dengan Bunda dari Surabaya ke Jakarta by Garuda.

Alhamdulillaah, point GFF milik Ayah mencukupi untuk Sby to Jkt yaitu hanya 6300 poin yang biasanya diperlukan 9000 point.

Lho kog bisa ? Yup, karena ada promo mulai 21 Januari hingga 15 Juni : Garuda program diskon 30 % khusus point GFF. Info lengkapnya ada di sini.

Nah, bagaimana cara mengurus poin GFF yang akan digunakan untuk terbang bersama Garuda ?

Simak tipsnya (berdasarkan pengalaman pribadi).

1. Pastikan poin GFF mencukupi untuk tujuan penerbangan.
Misalnya, biasanya dari Jkt to Sby perlu 9000 poin, karena ada diskon 30 % maka hanya perlu 6300 poin saja.
Untuk lebih jelasnya, bisa cek poin melalui Web atau melalui telepon ke 2351-9999.

2. Jika sudah cukup poinnya, maka lakukan booking melalui telepon ke 2351-9999. Catat code booking.

3. Jika bukan pemilik GFF, maka perlu adanya Surat Kuasa (sila japri ke ardanti78@gmail.com untuk file attachment Surat Kuasa). Pada surat kuasa tersebut, diperlukan TTD asli sang pemilik GFF di atas materai 6000 Rupiah.

4. Kemudian cetak/print lembaran Frequently Flyer Garuda Indonesia (sila japri ke ardanti78@gmail.com untuk file attachment Frequently Flyer Garuda Indonesia).
Apabila kurang paham dalam hal pengisian lembaran tsb, maka akan dibantu oleh petugas/customer service di kantor Garuda (bawa saja lembaran yang sudah dicetak tsb ke kantor Garuda).

5. Siapkan kartu GFF asli pemilik GFF, juga GFF kita (jika punya) dan KTP asli pemilik GFF juga KTP asli kita.

6. Siapkan uang tunai untuk charge GFF atau kartu kredit (boleh pakai CC).

7. Datang ke kantor Garuda di Kebon Sirih (bisa naik 502, turun di halte, masuk Gedung tanya ke satpam letak loket tiket Garuda).



8. Masuk ke ruang loket tiket Garuda, ambil nomor antrian, tunggu dipanggil di sofa. Apabila sudah dipanggil maka menuju nomor meja yang telah ditentukan, akan dibantu oleh Customer Service.




9. Informasikan code booking yang telah kita peroleh by phone (2351-9999).


10. Tunggu kembali karena ada proses pendataan. Sambil menunggu bisa sambil minum air mineral yang disediakan gratissss ;)


11. CS akan memanggil kita dan memberikan tiket (jika persyaratan memenuhi).

*** Nah utk Sby - Jkt hanya tambah 265 ribu + 6300 point saja ; )

Alhamdulillaah :)

Oia, siapa tahu informasi ini berguna untuk teman2 yang akan melakukan field trip ya :)
Jam Pelayanan Tiket :
Senin - Jum'at : Pk. 08.00 - 16.30 WIB
Sabtu/Minggu/Hari Libur : Pk. 09.00 - 15.00 WIB

Monday, January 25, 2010

Numpang bermain di Toko Buku

Sebelum ke tempat Om Reza, Alma beserta Ayah-Bunda-Om Reza mampir ke Blok M Plaza.

Mampirlah kami ke toko buku Gunung Agung.

Ada salah satu outletnya yang menyediakan CD interaktif yang nampaknya memang ditujukan untuk anak-anak.

Disediakan pula komputer untuk mencobanya.

Alma pun dengan asyiknya bermain klik-klak-klik mouse mewarnai gambar.

Terima kasih mba SPG yang baik hati, sudah memberitahukan cara menggunakan CD Interaktif tersebut.

Hasilnya, sukses membawa pulang 2 buah CD Interaktif ;)


** Numpang bermain di Toko Buku ;)

Bermain Musik dengan Alat Dapur ;)


Iya, Minggu 24 Januari 2010, Alma silahturahiim ke tempat Om Reza.

Di sana, memang tidak ada mainan untuk anak-anak.

Sedangkan bunda sebenarnya sudah membawakan peralatan menggambar (kertas dan pulpen), cubic dan buku bacaan.

Namun nampaknya Alma ingin mainan yang lainnya saja.

Awalnya dia bermain jam tangan milik Om Reza, kemudian kabel charger dan terakhir .....

menyulap peralatan dapur menjadi alat musik !

Dan terdengarlah suara tang tung tang tung, perpaduan antara panci - saringan santan - solet - sendok nasi, hasilnya ? heboh :D

Ada-ada saja ya ? ;)

Membuat bakso ala Alma ;)

Iya, membuat baksonya sudah tahun lalu (2009), tepatnya 9 Desember 2009.

Resepnya mudah saja, sbb

Bahan :
1/4 kg (250 gram) Daging Cincang
3 siung Bawang Putih -> diulek halus.
1/4 sdt Merica Bubuk
Garam secukupnya

Cara Membuat :
1. Campurkan semua bahan, kemudian bulat-bulatkan.
2. Rebus ke dalam air mendidih hingga mengambang (tanda bakso sudah matang).
3. Angkat dan tiriskan.
4. Silahkan dicampur ke makanan apa pun yang sesuai :)

Alma membantu dengan penuh semangat, hasilnya ada yang besar dan ada yang kecil.

SERU !




Sekaligus melatih motorik tangan, konsentrasi, serta menyalurkan rasa ingin tahu Alma,"Bunda, Alma bantu ya (membuat bakso)" ;)

Sunday, January 24, 2010

Mari Berkebun ! ^_^

Yup, Minggu pagi, persiapan berkebun dengan adanya kiriman Bibit Keladi Tikus dari Bogor :) klik di sini

Alma tentunya semangat, bagaimana tidak ? Berkebun berhubungan dengan air dan tanah, aha
2 hal kesenangan bagi Alma nampaknya ;D

Oke, pot2 kecil Bunda yang persiapkan untuk penanaman bibit Keladi Tikus.

Alma bertugas menanamkan dan menyiramkan sang bibit.

Ini dia penampakan Alma di Minggu pagi yang Alhamdulillaah cuaca sungguh cerah dan adem.






Alhamdulillaah masih diberi kesempatan berkebun di hari yang cerah ^_^

Plus ikut gerakan hijaukan bumi ini !!

Friday, January 22, 2010

Konsep Laki-laki dan Perempuan

Iya, konsep Laki-laki dan Perempuan membuka jalan untuk belajar pendidikan seks sederhana, yaitu membedakan jenis kelamin.

Awalnya Alma masih bingung membedakan ciri laki-laki dan perempuan.

Alhamdulillaah, hari ini Alma sudah paham perbedaannya ;)

Caranya ?

Cara mudah, yaitu menceritakan kalau Alma, Bunda, Nenek, Umi, Bude dan Tante adalah PEREMPUAN sedangkan Ayah, Eyang, Pakde, Om, dan nama teman2nya yang laki-laki adalah LAKI-LAKI.

Setelahnya, bertanya ke Alma,"Alma, perempuan atau laki-laki ?" atau "Ayah, perempuan atau laki-laki ?" terus dibolak-balik.

Pelan-pelan saja, sambil bermain, insya Allah paham jua.

Monday, January 11, 2010

Penyuluhan Home Education ?

Istilah tersebut didapat dari komentar mba Andini pada blog Bundanya Alma :)

Berikut ini tulisan yang membuat mba Andini berkomentar demikian.

Alkisah, Bundanya Alma reuni dengan teman-teman sekelas masa SMP. Alma dan Ayah pun turut serta.

Ngobrol ngalor ngidul hingga sampai ke topik Home Education yang mana teman2 lebih mengenal istilah Home schooling :)

Iya, ada yang sampai terkagum2 (bleeeh :P) secara berkali2 komentar," Wah hebat-hebat" sehingga berkali2 saya koreksi,"Bukan hebat, tapi unik" ;)

Iya, rata2 bertanya :

"Gimana kurikulumnya ? Panduannya ?"

"Apa sudah legal ?"

"Logh terus gimana sosialisasinya ?"

"Gapapa tuh ga punya banyak teman ?"

"Trus gimana rapot dan ijazah ?"

"Ada kendala gak dari ortu dan mertua ? Trus suami gimana ?"

"Eh, kalau dia minta sekolah gimana ?"

"Selama ini dia gak minta ke sekolah Din ?"

"Ada guru datang ke rumah Din ? Diajarin apa saja ?"

"Bayar berapa siy kalau mau HS ?"

Huih banyak juga ya pertanyaan2nya ? :O

Alhamdulillaah, setelah diceritakan sedikit perjalanan Home Education kami, rata2 jadi berkomentar :

"Wah hebaaattt, hebaattt", (ini yang akhirnya saya koreksi berkali2,"Bukan hebat, tapi unik" sambil tersenyum).

"Anak gw dititip ke elo aja gimana Din ?" (tak jawab, "Iya ayo boleh2", kepedean banget ya Bundanya Alma :P). Iya, teman saya sampai berujar demikian setelah pertanyaan tentang legalnya Homeschooling, terjawab :)

"Oh iya", teman sambil manggut2 melihat Alma yang langsung akrab dengan Aufa (anaknya temen) dan beberapa anak kecil lainnya. Alhamdulillaah so far belum terlihat kendala sosialisasi mampir di Alma :)

"Wah syukur ya mertua dan ortu paham", pernyataan tersebut tercetus dari seorang teman setelah tak ceritakan bahwa pertama kali mertua memang bertanya-tanya dan kurang setuju, namun setelah melihat perkembangan Alma yang Alhamdulillaah baik-baik saja, alhamdulillaah memberikan restu beliau kepada kami. Dan jika ada yang tanya cucunya sudah sekolah atau belum, maka mertua dengan mantap menjawab,"Oh sudah, homeschooling" ;)Kalau orangtua saya sendiri, Alhamdulillaah sudah mendukung sedari awal.

"Enak suaminya sejalan pikirannya Din", (alhamdulillaah ^_^).

"Oh gitu ya, jadi usia 3,5 tahun belum perlu diajarin baca tulis ya ?", ups ini siy imho saya dan suami saja logh yaaaa, terserah untuk teman2 lainnya. Iya komentar tersebut tercetus setelah saya ceritakan bahwa memang sementara saya masih bekerja di kantor nah ada yang membantu membimbing Alma. Pembimbing tersebut datang hanya 2 kali dalam seminggu, yang mana sekedar menemani Alma untuk membacakan buku2 cerita, mengajarkan doa2, menemani mewarnai serta kegiatan kreatif lainnya.

"Jadi gak terlalu saklek ya homeschoolingnya ?", iya pernyataan tersebut terlontar setelah saya ceritakan bahwa terserah Alma mau sekolah formal atau homeschooling secara ada sebagian pengalaman teman2 yang tadinya sekolah formal malah berminat homeschooling saja ;) Iya semua terserah anak2 yang menjalani toh ? Kami sebagai ortu sekedar membimbing (ceile prekteiw). Dan so far, Alma memang pernah minta ke sekolah, tapi setelah ditanya kenapa ingin ke sekolah, ternyata tertarik dengan mainannya saja dan pakai seragam sekolah ;)

"Wah gak bayar ?", iya sampai melongo setelah saya ceritakan bahwasanya HS/HE tidak membayar karena sementara ini kami masih HS/HE tunggal. Sehingga dana yang ada bisa untuk membeli permainan, buku2, jalan2 dalam/luar kota, dll.

Alhamdulillaah, teman2 rata2 mendukung dan baru tahu kalau ternyata jumlah anak2 HE/HS sudah lumayan.

Logh tanpa sadar sudah mensosialisasikan apa itu HE/HS ya ? ;D

cmiiw.

Hi there, how are you ? ^_^