Showing posts with label Dari Milist Home Education. Show all posts
Showing posts with label Dari Milist Home Education. Show all posts

Friday, July 17, 2009

Tingkah Anak (13) : Berani ? Berani sama ...

Rutinitas tiap minggu, ikut bercerita untuk Tingkah Anak :)
Kali ini temanya : BERANI
Oke, sebagai catatan perjalanan kehidupan Alma, ini ya ... are you ready ? ^_^

** Berani Kotor ?
Selain berani, nampaknya hobi juga siyyy ... yah like mother like daughter laaah :D
Banjir-banjiran niy ceritanya :)




** Berani main gunting dan pisau ?
Wah ini mah sama juga deh, selain berani juga memang kegemaran Alma, suka ikut2an sama bundanya :)



** Berani Berenang ?
Main air, Alma memang hobi, jadiiiii ada faktor pendorong mungkin ya yang membuat Alma jadi berani .. ya, karena HOBI ! ;D (mulai dari hobi kotor, hobi main pisau/gunting sampai hobi air jadi deh berani berenang :D).



Alhamdulillaah :)

Friday, May 29, 2009

Catatan Milist Home-Education (2) : Oleh-oleh dari Sekolah "Di Balik Laboratorium Komputer Megah" by Ibu

Kita semua pasti sangat familiar dengan kalimat yang ditujukan kepada keluarga yang hendak mendidik anaknya sendiri di rumah sebagai berikut:

"Orangtua kan terbatas, mana mungkin orangtua mengajar semuanya?"

Padahal, pertanyaan yang benar seharusnya adalah:

"Sekolah kan terbatas, mana mungkin sekolah mengajar semuanya?"

Sekolah anak saya memiliki laboratorium komputer yang super lengkap dan canggih berbiaya miliaran rupiah. Segala macam perangkat IT dengan tekhnologi terakhir ada di sana, sulit rasanya untuk tidak mendecak kagum melihatnya. Semua orangtua yang menyekolahkan anaknya di sana pasti akan merasa aman dan nyaman memikirkan betapa anak mereka pasti memiliki kemampuan IT di atas rata-rata.

Kenyataannya? Setelah hampir 6 bulan di sana, anak saya hanya berkutat di Microsoft word.

Anak saya sangat suka belajar IT tetapi apa yang didapatnya di sekolah ternyata tidak cukup memenuhi keingintahuannya.

Beberapa hari yang lalu, ia bertanya-tanya bagaimana caranya membuat animasi seperti video clip Michael Jackson 'Black or White'. Saya membantunya mencari informasi mengenai hal ini di google dan bertemu dengan software Abrosoft (yang demonya bisa didownload gratis). Setelah melakukan instalasi, saya membiarkan dia untuk mempelajari software barunya tersebut melalui menu 'help'. Setelah 30 menit penuh cekikikan dan teriakan senang.

Orangtua memang terbatas, orangtua memang tidak bisa mengajar semuanya. Kenapa harus bisa mengajar semuanya kalau anaknya bisa belajar sendiri tanpa bantuan orangtua?

Pertanyaan yang seharusnya menjadi renungan kita bersama adalah:

"Kemampuan sekolah itu terbatas, apakah bijak apabila kita sebagai orangtua memasrahkan seluruh pendidikan anak kita kepada sekolah hanya karena kita mampu membayarnya? Cukupkah?"

IBU

Catatan Milist Home-Education (1) : Oleh-oleh dari Sekolah "Judulnya Sosialisasi" by Ibu

Pada hari pertama anak saya masuk sekolah, temannya ada 3 orang, semua anak perempuan.

Ketika saya ceritakan ini kepada seorang teman, dia berujar "kan baru hari pertama, nanti pasti dia akan bersosialisasi dengan semua anak. Jumlah murid di sekolah lebih dari 300an bukan?"

Setelah 3 bulan bersekolah, saya menanyakan kepada anak saya mengenai sosialisasinya. Lagi-lagi ia menjawab bahwa teman dekatnya hanya 3 orang anak perempuan di kelasnya. Saya sedikit khawatir. Apakah mungkin dia tidak memiliki kemampuan untuk berteman karena selama ini tidak pernah berada bersama ratusan anak lain setiap hari?

Pada suatu kesempatan, saya bertanya kepada anak saya, kenapa dia tidak memiliki banyak teman di sekolah. Jawabnya antara lain adalah:

''Semua anak sama Ma bukan Aku saja, tidak ada yang punya banyak teman.

''Di kelasku anak laki-lakinya main di antara mereka sendiri.

''Kita mana sempat main dengan anak kelas lain?''

"Kita tahu nama, kalau ketemu senyum, tetapi ya itu saja.''

"Anak-anak besar sih tidak ada yang jahat tetapi ya tidak mungkin main sama kita.''

"Kalau istirahat ramai sekali, kafetaria penuh tetapi semua sibuk makan.''

Sekarang adalah bulan ke 5 anak saya bersekolah,teman dekatnya masih 3 orang.

Saya semakin meyakini kata-kata mutiara Charlotte si laba-laba dalam buku Charlotte's Web:

'Tempat penuh dengan mahluk hidup bukan berarti penuh dengan kehidupan'.

Menyekolahkan anak sangatlah mudah selama kita memiliki sumber daya finansial yang memadai, tetapi memberikan kualitas sosialisasi yang cukup dan baik tidak ada hubungannya dengan seberapa mahal kita mampu membayar, apa lagi seberapa besar sekolah tempat anak kita berada.

Mungkin sekolah bisa memberikan tempat bersosialisai bagi anak-anak, tetapi 'rumah' juga bisa (dan tidak kalah). Karena belajar di 'rumah' tidak berarti melulu harus di rumah bukan?

IBU

Hi there, how are you ? ^_^